Tak pantaskah aku bahagia

                         Bergita Oktaviana Adell

Aku pernah berbuat suatu kesalahan
Yang membuat langit keluarga ku mendung
Malu, bahkan hujan badai dengan penuh cacian
Keluar rumah pun aku di lirik bagaikan seorang narapidana dengan kakus yang cukup berat

Katanya melupakan, namun setiap kesalahan atau pun tidak aku adalah orang pertama yang selalu menjadi bahan olahan amarah mereka
Mulai Kata kata, sindiran bahkan sampai kata kata yang tak enak di dengar

Bodohhh...
Penghianat....
Ceroboh...,
Percaya kata kata orang....
Perusak...
Buat malu keluarga....
Adalah kata kata makanan sehari hari yang ku makan untuk asupan air mata.

Yang begitulah alam membaca
Aku hanya bisa diam, menahan amarah dan menangis dalam hati menahan segala yang ada
Sambil berkata ya memang kamu salah..

Dalam hati kecil kadang iri melihat mereka
Namun aku hanya merenung dan terus berkata 
Ya tak apa memang kamu salah.

Jika memang kesalahan ku adalah sebuah luka yang memang tak bisa sembuh bagi mereka 
Biarkan aku memanggaung semuanya
Tapi Tuhan Izinkan aku bahagia sedikit seperti sebiji pasir saja juga aku sudah cukup...

Karena aku tahu dan sadar bahwa aku tak pantas menjadi bagian dari sebuah kebahagian...
Aku tak iri pada waktu aku hanya bersyukur pada bahagia seperti sebutir pasir


Komentar