D Bawah Kaki SalinMu

           Di Bawah Kaki SalibMu


Nong untuk sekian kalinya, aku adalah permpuan yang kalah. Kalah dalam menahan senyum setiap menatapmu. Kalah dalam menahan tawa atas setiap tingkahmu. Kalah dalam menahan gembira ketika mengingatmu.


Tapi, coba tambahkan kata "Aku suka, ketika....."

Dalam setiap kalahku atas dirimu.

Nong, untuk kesekian kalinya,

Aku berjalan dengan mengabaikan tuntutan-Mu.

Dan untuk beribu-ribu kalinya,

Kau hadir membelai kepalaku, dan rasanya Kau berkata


Jika kau sudah lelah, bawalah segala keluh kesahmu pada-Ku, Aku selalu lebih dekat dari siapapun denganmu. Bahkan dibandingkan dengan urat nadimu.


Nong, apa kau tahu?

Terkadang mata ini merasa cemburu dengan hatiku sendiri.

Kenapa? Karena kau selalu dekat dalam hatiku, Dan kau teramat jauh tuk bisa dipandang oleh mataku.

Jika dengan kehendak-Mu dunia ini begitu keras memercayai Tuhan, dengan kebijaksanaan-Mu aku berharap memberikanlah setitik cinta, apapun bentuknya.

Paling tidak ada yang menyangga tubuhku, disaat semuanya terasa melelahkan.

Memang benar katamu Nong,

Cintai Aku, maka Aku akan mencintaimu berkali-kali lipat,

Dan jangan kau mencintai makhluk-Ku secara berlebihan.

Dan aku melanggarnya.

Bukan dengan pertemuan aku dapat menggapaimu Nong,

Maka izinkan aku memulukmu dalam setiap untaian yang terdapat atas namamu.


Nong, biar kubasuh luka-lukamu.

Karena aku tahu, betapa perih dan sengsaranya jika luka itu kau basuh sendiri. Nong , jika lelah pulanglah

Mungkin pelukan tak bisa menghilangakn lelahmu. 

Tapi aku pastikan, aku akan mendengarkan setiap tawa dan tangis yang kau ceritakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Rindu Ini

LALUNYA 6 TAHUN